UNDRESS mengumumkan peluncuran koleksi debutnya secara nasional, menghadirkan konsep intimatewear untuk pria dengan kampanye yang menampilkan aktris dan ikon fesyen Urvashi Rautela. Peluncuran ini mencoba membuka wacana baru dalam kategori pakaian dalam pria yang selama ini lebih diposisikan pada aspek kenyamanan dan fungsi semata.

Dengan rentang harga antara ₹799 hingga ₹1,399, UNDRESS memperkenalkan 13 gaya awal yang dirancang untuk mengeksplorasi sisi intim, hasrat, desain berani, dan kepercayaan diri. Merek ini menempatkan desain sebagai pijakan untuk memicu cara pandang berbeda terhadap apa yang bisa dimaknai sebagai pakaian intim pria.
Intimatewear Untuk Pria dalam Sorotan
UNDRESS datang dengan proposisi yang menonjolkan perspektif gender dalam proses desain. Tagline yang diusungnya menyatakan inti pemikiran merek tersebut: “Pakaian intim untuk pria. Dirancang oleh perempuan. Untuk pria.” Pernyataan ini bertujuan merombak anggapan umum bahwa upaya estetika saat berhubungan intim adalah domain tunggal perempuan.
Menurut pernyataan resmi peluncuran, merek melihat adanya celah—atau “whitespace”—di pasar pakaian dalam pria yang selama ini berfokus pada utilitas dan kenyamanan. UNDRESS ingin mengisi ruang tersebut dengan penekanan pada desirabilitas, keberanian desain, dan dorongan agar pemakai merasa lebih percaya diri dalam konteks intim.
Kampanye visual dan peran Urvashi Rautela
Pilihan Urvashi Rautela sebagai wajah kampanye menegaskan orientasi estetika merek. Sebagai figur publik yang dikenal di ranah akting dan fesyen, keterlibatan Rautela diposisikan untuk memperkuat narasi visual sekaligus menarik perhatian audiens yang lebih luas pada peluncuran koleksi ini.
Meski rincian seperti jajaran model foto atau detail produksi kampanye tidak diuraikan secara lengkap dalam pengumuman, penekanan pada sosok frontperson ini menunjukkan strategi pemasaran yang mengandalkan daya tarik selebritas untuk memperkenalkan konsep baru di segmen pakaian dalam pria.
Menimbang konteks pasar pria
Industri pakaian dalam pria tradisional umumnya menekankan fungsi—kenyamanan, daya tahan, dan utilitas sehari-hari. UNDRESS menempatkan diri berseberangan dengan pendekatan itu, menawarkan alternatif yang melihat pakaian intim sebagai medium ekspresi diri dan permainan estetika, bukan semata kebutuhan fungsional.
Dengan menghadirkan variasi desain sebanyak 13 gaya pada debutnya, merek ini tampak ingin menunjukkan bahwa pilihan untuk pria dapat diperluas tanpa harus mengorbankan unsur kenyamanan yang selama ini menjadi tolok ukur utama konsumen pria.
Reaksi dan posisi budaya
Pernyataan UNDRESS juga memuat observasi budaya: selama ini perempuan kerap dinilai harus berupaya lebih dalam berpakaian untuk momen intim. Pertanyaan yang diajukan merek—mengapa pria tidak melakukan hal yang sama—mengundang diskusi tentang norma dan ekspektasi gender dalam penampilan saat berhubungan intim.
Kampanye dan koleksi ini diproyeksikan untuk memancing percakapan seputar norma tersebut, sekaligus menguji seberapa besar penerimaan pasar terhadap produk yang menempatkan estetika intim sebagai bagian dari identitas pria masa kini.
Sampai pengumuman ini, informasi yang dibagikan berfokus pada proposition merek, jumlah gaya, kisaran harga, dan nama pelopor kampanye. UNDRESS menempatkan dirinya sebagai pelaku baru yang ingin memperluas pilihan bagi konsumen pria dan menggugah cara pandang tradisional soal pakaian intim.
