Sonam Kapoor vintage menjadi pusat perhatian saat menghadiri sebuah acara mode bergengsi di South Mumbai, yang digelar untuk merayakan 40 tahun perjalanan rancangan sepasang desainer terkenal. Acara yang bertempat di toko flagship baru bernama Mubarak Baug itu menghadirkan para model top dari berbagai era yang menapakkan kembali karya-karya ikonik dari arsip empat dekade label tersebut.

Pada momen istimewa itu, Sonam memilih sebuah Anarkali berwarna gading yang dirancang khusus oleh tim desainer untuk perayaan ulang tahun tersebut. Busana rancangan tangan ini menggabungkan teknik tradisional India dengan siluet modern yang rapi—sebuah pernyataan tentang bagaimana warisan kerajinan dapat tampil relevan dalam kemewahan kontemporer.
Sonam Kapoor vintage: detail busana dan pengerjaan tangan
Busana yang dikenakan Sonam adalah Anarkali berwarna ivory dengan pola angrakha bergaya Mughal yang terdiri dari 48 panel—atau kalis—yang memberi volume dan kelokan ketika ia berjalan di karpet acara. Seluruh permukaan kain dipenuhi dengan pekerjaan chikankari halus, termasuk motif jaali tradisional yang memberi tekstur seperti jaring pada beberapa bagian.
Hiasan pada tepiannya menonjol: border tebal, rantai rumbai halus, manik-manik mutiara, kristal, dan payet yang dipasang sedemikian rupa untuk menghasilkan kilau mewah tanpa kehilangan nuansa vintage. Struktur multi-panel pakaian itu membuat lenggangan kain tampak lebar dan mengalir saat ia bergerak, memunculkan efek sinematik di hadapan kamera.
Dupatta ganda dan gaya seremonial
Salah satu detail styling yang menarik adalah penggunaan dua dupatta sekaligus. Sonam membalut dirinya dengan dua dupatta dari silk yang dilapisi teknik chikankari berbeda—keduanya disampirkan di bahu dengan cara yang kontras namun saling melengkapi. Teknik ini mengangkat pakaian monokrom menjadi penampilan yang layak untuk pesta pernikahan besar tanpa harus mengenakan lehenga atau saree yang berat.
Metode draping seperti ini kemudian menjadi referensi praktis bagi mereka yang ingin tampil anggun saat musim perayaan, karena memberi nuansa kerajaan dengan beban yang relatif ringan dibandingkan busana tradisional yang lebih berlapis.
Perhiasan, rambut, dan riasan yang seimbang
Alih-alih memilih kalung besar, Sonam menonjolkan bagian telinga dengan sepasang anting berlian berbentuk hati dari koleksi edisi terbatas label tersebut. Perhiasan itu dihias pola daun dan bunga yang menegaskan keserasian dengan motif busana, serta dihiasi rumbai mutiara yang menggantung di bagian bawah. Tambahan chain mutiara di belakang telinga melengkapi tampilan tradisional tanpa membuat bagian atas tubuh tampak terlalu padat.
Karena busana dan perhiasan cukup berat, riasan dibuat minimalis: basis kulit bersih dengan nuansa nude matte, eyeliner tipis memberi sentuhan vintage pada mata, dan bibir dibiarkan natural. Rambut dibagi tengah lalu disanggul rendah di bagian nape, menyempurnakan aura klasik yang dihadirkan keseluruhan busana. Untuk alas kaki, Sonam mengenakan jutti tradisional dengan sulaman benang yang ringan sehingga ia tetap nyaman sepanjang acara yang panjang.
Proses pengerjaan, nilai warisan, dan harga
Pengerjaan busana ini benar-benar mengedepankan keterampilan tangan: bordiran dilakukan secara manual oleh pengrajin perempuan di workshop Lucknow dan memakan waktu hampir 20 bulan untuk diselesaikan. Desainer yang bertanggung jawab telah lama mempelopori upaya pemulihan teknik tradisional ini sekitar 35 tahun lalu, sehingga proses panjang itu mencerminkan komitmen mempertahankan warisan tekstil.
Merek tidak mengungkapkan harga resmi untuk gaun dan aksesori yang dipakai Sonam, namun karena melibatkan pengerjaan tangan bertahun-tahun, mutiara asli, dan berlian potong kustom, nilai keseluruhan tampilan diperkirakan berada di kisaran 15 hingga 25 lakh rupee. Angka ini merefleksikan nilai kerja tangan dan sejarah teknik yang dimasukkan ke dalam setiap detail, bukan sekadar harga kain semata.
Pengaruh pada tren busana etnik masa kini
Tampilan Sonam mengingatkan pada pilihan busana pernikahannya sendiri di masa lalu, ketika ia sempat menjadi sorotan karena memakai chikankari putih pada acara mehndi yang juga dirancang oleh label yang sama. Pilihan warna-warna netral seperti putih atau gading dalam konteks busana pengantin dan acara pra-pernikahan tetap tergolong tidak lazim di budaya yang umumnya didominasi merah dan pink cerah; namun Sonam sukses menunjukkan bahwa warna-warna ini bisa tampil megah dan trendi.
Penampilan ini sekaligus menegaskan bahwa kerajinan tradisional India tetap relevan dalam panggung mode mewah dan dapat menjadi sumber inspirasi bagi gaya etnik modern. Kehadirannya di perayaan 40 tahun itu membantu menegaskan posisi teknik bordir tradisional sebagai bagian penting dari arah tren fesyen musim ini.
Keseluruhan, Sonam Kapoor berhasil mengubah sebuah busana etnik berwarna netral menjadi penampilan yang berwibawa dan bersejarah, membuat malam perayaan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu dan penonton yang hadir.
