Skip to content
logo orygot
Menu
  • Home
  • Fashion
  • Kecantikan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Relationship
  • Gadget
  • Travel
Menu
evaluasi akreditasi - ilustrasi berita Temuan Keluhan di RS Paripurna, Menkes Budi Gagas Evaluasi Akreditasi

Temuan Keluhan di RS Paripurna, Menkes Budi Gagas Evaluasi Akreditasi

Posted on September 15, 2026 by dr.Nindya Larasati
0 0
Read Time:2 Minute, 20 Second

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan adanya sejumlah persoalan yang ditemukan di rumah sakit berstatus Paripurna, sehingga mendorong rencana evaluasi akreditasi. Pernyataan itu muncul setelah temuan terkait mutu layanan yang dinilai tidak konsisten dengan predikat tertinggi yang dimiliki beberapa fasilitas kesehatan.

evaluasi akreditasi - ilustrasi berita Temuan Keluhan di RS Paripurna, Menkes Budi Gagas Evaluasi Akreditasi

Menurut Menkes, kondisi tersebut memerlukan kajian menyeluruh terhadap mekanisme akreditasi untuk memastikan sertifikasi mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Dengan itu, upaya peningkatan mutu layanan dan perlindungan pasien diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Evaluasi Akreditasi dalam Sorotan

Evaluasi akreditasi, kata Menkes, dimotivasi oleh inkonsistensi antara status Paripurna dan kondisi operasional yang ditemukan di beberapa rumah sakit. Temuan ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas indikator penilaian akreditasi serta kepatuhan fasilitas terhadap standar yang ditetapkan.

Dalam konteks ini, Kementerian Kesehatan menilai perlu ada kajian ulang agar proses akreditasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencerminkan kinerja layanan secara nyata. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sertifikasi yang diberikan.

Fokus pada Perlindungan Pasien dan Mutu Layanan

Salah satu alasan utama di balik rencana evaluasi adalah upaya memastikan perlindungan pasien sebagai aspek sentral pelayanan kesehatan. Menkes menegaskan bahwa akreditasi harus memastikan standar keselamatan pasien, kualitas perawatan, dan manajemen risiko dapat diterapkan secara konsisten.

Dengan menempatkan perlindungan pasien sebagai prioritas, pemerintah berharap setiap fasilitas yang memperoleh sertifikat akreditasi mampu mempertahankan standar layanan yang aman dan berkualitas untuk masyarakat.

Baca juga: Perkembangan dokter pribadi karo yang Perlu Diketahui

Potensi Dampak Evaluasi terhadap Sistem Akreditasi

Langkah evaluasi berpotensi menghasilkan rekomendasi perubahan pada tata cara penilaian, mekanisme inspeksi, atau kriteria pengukuran mutu yang dipakai. Menkes menilai bahwa pembaruan tersebut diperlukan apabila proses saat ini belum sepenuhnya mencerminkan praktik di lapangan.

Perubahan yang mungkin muncul diharapkan bertujuan memperkuat integritas sertifikasi dan meningkatkan akuntabilitas penyelenggara layanan kesehatan tanpa mengurangi tujuan utama akreditasi sebagai alat peningkatan mutu.

Dialog dengan Pemangku Kepentingan

Untuk menjalankan evaluasi akreditasi secara komprehensif, Kementerian disebut akan melibatkan berbagai pihak terkait. Pendekatan ini penting agar hasil kajian mencakup berbagai perspektif, termasuk dari penyelenggara rumah sakit, tenaga kesehatan, hingga pengguna layanan.

Musyawarah lintas pemangku kepentingan dinilai krusial agar setiap perubahan kebijakan mendapat masukan praktis dan dapat diimplementasikan tanpa menimbulkan gangguan berarti pada layanan esensial.

Tahap Selanjutnya dan Harapan Publik

Setelah evaluasi dilakukan, Menkes berharap ada tindak lanjut yang jelas untuk memperbaiki kelemahan yang ditemukan. Harapan publik adalah akreditasi kembali menjadi jaminan mutu yang dapat diandalkan oleh masyarakat saat memilih layanan kesehatan.

Pemeriksaan terhadap sistem akreditasi direspons sebagai langkah untuk memperkuat tata kelola layanan kesehatan nasional dan memastikan bahwa penetapan status Paripurna benar-benar mencerminkan kualitas yang dirasakan oleh pasien.

Dengan inisiatif ini, masyarakat diharapkan mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih aman dan berkualitas, sementara penyelenggara layanan dapat diarahkan untuk memperbaiki praktik operasional agar selaras dengan standar yang berlaku.

Baca juga berita lainnya:

  • Kekebalan Otak Mulai Berubah di Usia Paruh Baya: Dampaknya pada Fungsi Kognitif
  • DPR Mendesak BGN Tangani Serius Kasus Keracunan pada Program MBG Jadi Sorotan

Share

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

About Post Author

dr.Nindya Larasati

Dokter umum sekaligus pegiat gaya hidup sehat berbasis bukti ilmiah. dr. Nindya percaya bahwa pencegahan adalah kunci utama kebahagiaan, dan ia selalu menyajikan tips-tips medis yang aplikatif dan aman untuk diterapkan dalam keseharian pembaca ORYGOT.
[email protected]
https://orygot.online/
Happy
Happy
0 0 %
Sad
Sad
0 0 %
Excited
Excited
0 0 %
Sleepy
Sleepy
0 0 %
Angry
Angry
0 0 %
Surprise
Surprise
0 0 %

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026

Kategori

  • Fashion
  • Gadget
  • Kecantikan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Relationship
  • Travel

Pos-pos Terbaru

  • Natura Bissé Kembali Ditunjuk sebagai Merek Spa Resmi 2026
  • Dreame H12: Penyedot Debu Premium yang Bikin Mertua Tak Mau Melepasnya
  • Natura Bissé spa Perkuat Peran di Hotel Mewah Terbaik 2026 — Natura Biss Spa
  • Perkembangan seven beaches festival yang Perlu Diketahui
  • Temuan Keluhan di RS Paripurna, Menkes Budi Gagas Evaluasi Akreditasi

Partner Site

logo orygot

Kategori

  • Fashion
  • Gadget
  • Kecantikan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Relationship
  • Travel

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
©2026 orygot | Design: Newspaperly WordPress Theme