Nath Maharashtrian kembali mencuri perhatian setiap kali perayaan Ganesh Utsav tiba. Aksesori tradisional ini tak sekadar pelengkap; bagi banyak wanita, nath menjadi simbol budaya yang mampu mengangkat penampilan etnik di momen ibadah dan pertemuan keluarga.

Sejumlah selebritas Bollywood dan televisi sering dijadikan rujukan gaya saat merayakan Ganpati, karena cara mereka mengenakan nath menunjukkan beragam pendekatan—mulai dari yang dramatis hingga yang minimalis. Dari pilihan kain dan draping sampai riasan, nath memberi karakter tersendiri pada keseluruhan busana.
Nath Maharashtrian dalam Sorotan
Nath Maharashtrian dianggap elemen penting untuk menyempurnakan saree atau draper nauvari. Selain mempertegas akar budaya, nath menambah sentuhan elegan yang membuat tampilan lebih formal dan khidmat saat menyambut Ganpati. Bentuk, ukuran, dan material nath juga menentukan nuansa—apakah ingin terlihat klasik, mewah, atau lebih halus.
Sikap Elegan: Shraddha Kapoor
Shraddha Kapoor menunjukkan bahwa nath yang mencolok dapat mengubah tampilan sederhana menjadi lebih berkesan. Dengan pendekatan yang halus namun berkelas, pilihan nathnya seringkali dipadukan dengan saree yang berwarna cerah atau set kurta yang meriah, sehingga aksesori itu menjadi titik fokus tanpa membuat keseluruhan terlihat berlebihan.
Pesona Klasik: Urmila Matondkar dan Naubari/Paithani
Urmila Matondkar merepresentasikan pesona nath dalam bingkai tradisional Maharashtrian. Saat dipadankan dengan saree nauvari atau Paithani yang khas, nath memberikan sentuhan klasik yang memperkuat citra etnik. Gaya ini menegaskan bagaimana kombinasi kain tradisional dan aksesori otentik bisa tampil anggun dan berakar pada tradisi.
Ikon Marathi: Ankita Lokhande
Ankita Lokhande sering menjadi contoh bagi mereka yang ingin menampilkan identitas Marathi secara penuh saat Ganesh Utsav. Pilihannya terhadap nath tradisional yang tegas dan berpadu dengan saree berwarna-warni menghasilkan gaya yang anggun sekaligus menghormati tradisi. Tampilan ini cocok untuk mereka yang ingin menonjolkan nuansa budaya pada perayaan.
Kesederhanaan Modern: Madhurima Tuli dan Shriya Pilgaonkar
Madhurima Tuli memperlihatkan bahwa nath tidak harus dipakai hanya dengan busana sepenuhnya tradisional. Dikombinasikan dengan saree yang lebih modern dan riasan rapi, nath dapat menyatu dalam penampilan kontemporer namun tetap mempertahankan sentuhan etnik. Sementara itu, Shriya Pilgaonkar memilih pendekatan minimalis: nath kecil, saree sederhana, dan riasan natural membuktikan bahwa tampilan yang lebih ringan pun bisa memikat dalam suasana pesta keagamaan.
Secara keseluruhan, adaptasi nath di kalangan selebritas menyoroti fleksibilitas aksesori ini. Dari bentuk bulat atau bulan sabit hingga variasi bahan seperti emas atau kundan, pilihan nath mampu menyampaikan nada berbeda sesuai konteks busana dan preferensi pribadi.
Bagi mereka yang ingin meniru gaya selebritas saat Ganesh Utsav, kunci utamanya adalah keseimbangan: biarkan nath menjadi aksen utama tetapi sesuaikan pemilihan saree, perhiasan tambahan seperti jhumka, serta riasan supaya harmonis. Dengan penataan yang tepat, nath Maharashtrian mampu menghadirkan tampilan yang mencerminkan warisan budaya sekaligus selera personal.
Di momen perayaan seperti Ganesh Utsav, nath tidak sekadar perhiasan; ia menjadi representasi kecantikan, tradisi, dan penghormatan yang menyatu dalam penampilan. Inspirasi dari Shraddha Kapoor, Urmila Matondkar, Ankita Lokhande, Madhurima Tuli, dan Shriya Pilgaonkar memberi contoh bagaimana aksesori ini dapat diinterpretasikan dalam ragam gaya—mulai dari yang berani hingga yang bersahaja.
